Hipertensi
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup berbahaya di dunia. Hipertensi umumnya terjadi pada usia lanjut, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa hipertensi dapat muncul sejak remaja dan prevalensinya mengalami peningkatan selama beberapa dekade terakhir.
Penyebab
Masa remaja yang merupakan peralihan anak menjadi dewasa
menyebabkan remaja berbeda dengan anak dan dewasa baik dalam gaya hidup dan
kebiasaan maupun perubahan metabolik
dalam tubuh. Kejadian
hipertensi pada remaja banyak yang diawali dengan kegemukan atau obesitas yang
berkaitan dengan gaya hidup. Dengan
perubahan gaya hidup menyebabkan remaja rentan terhadap timbulnya berbagai
penyakit dan salah satu di antaranya adalah hipertensi. perbedaan yang signifikan kejadian
hipertensi pada remaja laki-laki dan perempuan. Hal tersebut kemungkinan karena
adanya perbedaan mekanisme hormonal yang mempengaruhi tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kejadian hipertensi lebih banyak dialami oleh responden perempuan dibandingkan dengan responden laki-laki. Hal ini bisa dikarenakan
karena gaya hidup terutama pola makan remaja perempuan yang lebih suka mengkonsumsi
makanan berlemak atau tinggi natrium, namun pada laki-laki hubungan antara rokok dengan peningkatan
risiko terjadinya penyakit kardiovaskular telah banyak dibuktikan.
Risiko penyakit penyerta
Penyakit hipertensi berjalan dengan perlahan dan mungkin
tidak dirasakan sampai menimbulkan kerusakan organ yang bermakna. Hipertensi yang tidak
terkontrol akan menimbulkan berbagai komplikasi, bila mengenai jantung
kemungkinan dapat terjadi infark
miokard, jantung koroner, gagal jantung kongestif, bila mengenai otak terjadi
stroke, ensevalopati hipertensif, dan bila mengenai ginjal terjadi gagal ginjal
kronis, sedangkan bila mengenai mata akan terjadi retinopati hipertensif. Dari
berbagai komplikasi yang mungkin timbul merupakan penyakit yang sangat serius
dan berdampak terhadap psikologis penderita karena kualitas hidupnya rendah
terutama pada kasus stroke, gagal ginjal, dan gagal jantung. Tekanan darah yang
tinggi umumnya meningkatkan resiko terjadinya komplikasi tersebut. Hipertensi
yang tidak diobati akan mempengaruhi semua sistem organ dan akhirnya
memperpendek harapan hidup sebesar 10-20 tahun.
Remaja dengan tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko hipertensi pada usia dewasa dan menderita komplikasi penyakit yang ditimbulkan oleh hipertensi. Kondisi ini perlu diwaspadai mengingat hipertensi pada usia remaja akan menimbulkan efek gangguan pada berbagai organ dan merupakan faktor risiko berbagai penyakit degeneratif usia lanjut, termasuk penyakit kardiovaskuler.
Referensi:
Siswanto Y.,dkk, (2020), Hipertensi pada Remaja di Kabupaten Semarang, JURNAL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA, 1(1)